Kamis, 31 Oktober 2013

NABI MUHAMMAD SAW HIJRAH DARI MAKAH KE MADINAH



Hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Makah ke Madinah adalah dilatar belakangi oleh berbagai macam tekanan dari Kaum Quraisy yang mengingkari Rasulullah saw dan para pengikutnya. Tekanan itu semakin lama semakin berat dan sangat membahayakan bagi beliau dan para pengikutnya.

Dan pada suatu malam beliau mendapat wahyu dari Allah agar beliau dengan para pengikutnya harus hijrah ke Madinah. Namun di dalam pelaksanaanya sangatlah sulit , membutuhkan perencanaan yang sangat matang dan ke hati-hatian serta harus diperhitungkan dengan cermat dan teliti , karena salah - salah perhitungan dan pertimbangan, maka akibatnya sungguh sangat fatal bagi beliau beserta kaumnya.

Mengapa hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Makah ke Madinah itu sangat sulit ?  Karena Kaum Quraisy semakin lama semakin berang terhadap Rasulullah saw beserta para pengikutnya, yang semakin lama semakin banyak, dan semakin kuat, keyakinan mereka tidak goyah dengan berbagai macam bujukan. Mereka tetap kokoh dalam pendiriannya berpegang kepada agama Tahuid yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Mereka rela berkorban demi agama yang mereka anut, baik dengan harta bendanya, bahkan sampai nyawanyapun rela dikorbankan.

Rencana Rasulullah saw dan kaumnya akan hijrah ke Madinah ternyata tercium juga oleh Kaum Quraisy. Akhirnya penjagaan di Makah semakin diperketat, agar Rasulullah saw dan kaumnya ruang geraknya semakin sempit, semangatnya semakin berkurang , hatinya semakin takut kepada mereka. Dan harapan mereka adalah Rasulullah saw beserta kaumnya agar kembali mengikuti ajaran mereka. Namun yang terjadi pada Rasulullah saw dan kaumnya malah sebaliknya, mereka semakin yakin, semakin berani dan semakin nekad demi agama yang telah mereka anut, kalau perlu nyawa dipertarukan. Rasulullah saw pun merasa sangat senang dan bangga dengan sikap mereka, namun tetap tidak mau gegabah untuk melakukan sesuatu tindakan, apalagi kalau sampai membahayakan kaumnya. Inilah ciri khas seorang pemimpin yang baik, yang sangat peduli kepada bawahannya atau kaumnya, atau rakyatnya.

Pada suatu malam Rasulullah saw pergi ke rumah sayyidina Ali ra, dan beliaupun tetap diikuti oleh kaum Quraisy dari jauh. Begitu beliau masuk rumah sayyidia Ali ra, rumahpun segera dikepung dengan rapat, agar siapapun yang keluar dari rumah itu dapat diketahui, sehingga andaikan Rasulullah saw mau meloloskan diri tidak bisa, dan kalau memaksa maka akan dibunuhnya.

Namun berkat kecerdikan dan keberanian beliau, akhirnya atas kehendak Allah loloslah dari kepungan kaum Quraisy dan langsung menuju ke Goa Tsur untuk menjumpai Sayyidia Abu Bakar ra dan bersembunyi di tempat Abu Bakar , karena hari sudah semakin pagi. Itulah sekilas mengenai hijrahnya Nabi saw. Dan mulai sejak itu agama Islam mulai berkembang, meluas dan jaya , meluas ke seantero penjuru jazirah Arabia.

Dan peristiwa hijrahnya Nabi saw ini oleh sayyidina Umar dijadikan momen awal Tahun Baru Islam yang berdasarkan peredaran bulan dan dimulai dengan bulan Muharam, bulan yang mulia dan terpuji.

Dari momen ini, bagaimanakah untuk kita semua ? Jadilah kita sebagai muslim yang sejati , jalani agama yang kita anut hanya karena Allah dan untuk Allah dengan mengikuti tuntunan Rasul-Nya. Allah sudah memberikan kepada kita berbagai macam nikmat-Nya kepada kita semua, maka syukurilah atas nikmat tersebut. Namun harus diingat oleh kita yaitu Allah tidak berikan kepada manusia, yaitu kematian. Masalah kematian hanya Dia sendiri yang tahu, mengapa ? Tujuannya agar kita semua selalu siap sedia kapanpun dan dimanapun apabila malaikat maut menjemput kita, siap tidak siap, suka tidak suka,. Oleh karena itu persiapkan diri sebaik mungkin agar jangan sampai diujung penghidupan kita bertemu dengan kata " Aku menyesal "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar