Sabtu, 07 Desember 2013

ADA APAKAH DENGAN PARA KAUM ORIENTALIS ?




ANGGAPAN – ANGGAPAN KAUM ORIENTALIS

Para orientalis ( ahli bahasa ) selalu menentang berbagai macam tuduhan yang sifatnya berlawanan dengan segi-segi atau cabang-cabang pengetahuan tentang Islam. Adapun penyebab dari semua itu bisa salah satu faktor dari dua faktor atau bisa kedua-duanya

Adapun faktor-faktor tersebut adalah :

Pertama : Karena rendahnya pemahaman mereka terhadap agama Islam dan bahasanya, baik bahasa yang digunakan oleh Al Qur’an atau Al Hadits , juga bahasa yang dipergunakan oleh para ulama untuk menerangkan tentang Islam. Karena keasingan dan ketidak mengertian terhadap bahasa tersebut , maka mereka tidak bisa merasakan kelembutan dan kebenaran Al Qur’an dan Al Hadits di dalam menerangkan agama Islm. Akhirnya mereka tidak sanggup untuk mengungkapkan rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya.

 Kedua : Kejahatan atau hinanya niat dan tujuan untuk mencapai cacat atau titik kelemahan agama Islam yang selanjutnya mereka gunakan untuk mencela dan mendukung keyakinannya dalam penyampaian bahwa Al Qur’an itu adalah hasil karangan manusia dan menolak kebenaran kenabian dan kerasulan Muhammad SAW.  Mereka mempelajari Al Qur’an dan kaidah-kaidah agama Islam itu hanya untuk menghancurkan agama Islam, jadi bukan untuk memperdalam keimananya.

Oleh karena itu apa yang disampaikan oleh sebagian kaum orientalis tentang peribadatan kaum muslimin bahwa apa yang telah dilakukan oleh kaum muslimin itu semata-mata didasarkan pada rasa takut dan tunduk, tanpa disertai perasaan cinta kepada Allah SWT.  Dan dinyatakan pula bahwa Allah SWT dalam pandangan orang Islam itu sebagai Tuhan yang kasar dan semena-mena, bukan sebagai Tuhan yang penuh dengan kasih sayang dan rasa cinta.

Mereka ( kaum orientalis ) mengira bahwa orang Islam dalam hubungannya dengan Allah SWT itu tidak mengenal unsur cinta, akan tetapi rasa cintanya itu bisa tersebar setelah adanya ajaran tasawuf yang memasukkan unsur cinta ini dari sumber yang non Islam..

Andaikata mereka ( kaum orientalis ) mau insyaf dan kembali ke jalan yang lurus yaitu ke  jalan yang sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan sunnah Rasul, para sahabat dan orang-rang yang mengikuti jejak langkah mereka, bahkan andaikata mereka mau menguraikan arti ibadah menurut bahasa,  sebagaimana yang telah dilakukan oleh Syech Ibnu Taimyah, pasti mereka ( kaum orientalis ) akan dapat menahan dirinya dari kecerobohan ini. Dan mengetahui bahwa makna ibadah dalam Islam itu mempunyai pengertian “ Sungguh-sungguh patuh dan tunduk kepada Allah SWT dengan dibarengi rasa cinta kepada-Nya secara sungguh-sungguh pula.

Cinta kepada Allah dan rasul-Nya itu adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap manusia, karena sesungguhnya Allah akan melaknat orang-orang yang lebih mencintai dirinya, keluarganya dan harta bendanya.  Sebagaimana Firman Allah SWT di dalam Q.S At Taubah 9 : 24 yaitu :
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ [٩:٢٤]


Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar