Kamis, 23 Januari 2014

APAKAH ITU AMANAT ? BAGIAN KE II


AMANAT   AMANAT   AMANAT  OH   AMANAT  BAGIAN  KE  II

 Rasulullah saw bersabda, “ Kamu sekalian pemimpin dan kamu sekalian  akan dimintai pertanggungan jawabnya tentang apa yang kamu pimpinnya, imam ( pejabat apa saja ) adalah pemimpin dan dia akan dimintai pertanggungan  jawabnya tentang apa yang dipimpinnya, orang laki-laki ( suami ) adalah pemimpin dalam lingkungan keluarganya,  dan dia akan ditanya tentang apa yang dia pimpin. Orang perempuan ( istri ) juga pemimpin dalam mengendalikan rumah tangga suaminya, dan dia juga akan ditanya tentang apa yang dia pimpinnya, dan pembantu rumah tangga juga pemimpin dalam mengawasi harta benda majikannya, dan dia juga akan ditanya tentang apa yang dia pimpinnya . ( HR Bukhari )

Dari hadits ini kita dapat penjelasan bahwa setiap manusia di dalam kehidupan sehari-harinya akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah. Tanpa terkecuali  besar atau kecil, kaya atau miskin pejabat atau rakyat, kyai atau santri, lelaki atau wanita semuanya harus bertanggung jawab atas amanat yang telah dipikulkan di pundaknya, agar amanat tersebut harus dilaksanakan dengan baik sesuai dengan aturan Allah dan RasulNya.

Di tingkat manapun yang namanya seorang pemimpin harus bertanggung jawab terhadap daerah ( wilayah ) kekuasaannya. Dia wajib menegakkan keadilan ,tidak boleh membeda-bedakan, yang salah katakan salah dan yang benar katakan bahwa itu benar, harus mengembalikan hak bagi pemiliknya, harus menghormati kemerdekaan rakyatnya, dalam berbagai macam persoalan, harus bermusyawarah dengan rakyatnya, harus mau mendengarkan saran dan kritik rakyatnya demi perbaikan roda pemerintahannya.

Seorang pemimpin harus berusaha untuk memakmurkan rakyatnya, mengusahakan atau membuka lapangan kerja bagi rakyatnya agar tidak ada yang menganggur, harus membuatkan jalan agar roda perekonomian jadi  lancar.

Seorang pemimpin harus  berani mencegah tindak pidana dan perdata di kalangan rakyatnya, harus berusaha memberantas tempat-tempat pelacuran dan perjudian dan tindakan – tindakan lain yang tujuannya untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa dan menyelamatkannya dari jurang kehancuran.

Allah tidak akan menghancurkan suatu negeri manakala penduduknya penduduknya itu orang-orang  yang saleh sebagaimana firman-Nya di dalam QS Huud ayat 117 yaitu :
وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ [١١:١١٧]
Nor would thy Lord be the One to destroy communities for a single wrong-doing, if its members were likely to mend.


Oleh karena itu para pemimpin semuanya baik pemimpin kecil atau besar, para pejabat, para kyai atau ulama terutama yang tukang berdakwah akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah apa yang telah mereka kerjakan selama berada di dunia. Maka jika ingin selamat, laksanakan tugas yang telah diamanatkan itu dengan bsik dan benar sesuai dengan kitab Al Qur’an dan tuntunan  Hadits Rasulullah saw. Karena hanya itulah aturan main, pedoman hidup dan tuntunan hidp yang baik dan benar. Jangan sampai tergoda oleh rayuan setan dan iblis, jangan sampai terpengaruh oleh uang atau imbalan yang nilainya tidak seberapa dibandingkan pahala Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar