Rabu, 25 Desember 2013

RENUNGAN AKHIR DESEMBER 2013



Desember 2013 yang merupakan penghujung akhir tahun tanpa terasa dengan berjalannya waktu yang selalu bergerak maju terus akan segera berakhir. Dan pasti akan disambut dengan awal tahun baru 2014.

Ya Allah seandainya apa yang telah kami lakukan selama perjalanan satu tahun di tahun 2013 terjadi banyak kekeliruan, maka maafkanlah kami. Apabila terlalu banyak kesalahan yang telah kami perbuat ,maka hapuskanlah. Apabla terlalu banyak dosa-dosa yang telah aku kerjakan, maka ampunilah, karena hanya Engkaulah yang bisa melakukan ini semua.


Ya Allah Ya Rabb, tambahkanlan kekuatan pada kami agar kami bisa melaksanakan segala perintahmu, tambahkanlah kesabaran pada kami agar kami bisa menghadapi ujian dan cobaanMu, tambahkanlah keyakinan kami agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang berbau kemusyrikan, kokohkan pendirian kami agar tidak terpengaruh oleh orang-orang yang senang berbuat zalim, teguhkan jiwa kai agar tidakgoncang oleh perkembangan alam dan zaman.

Ya Allah Ya Rabb, iadikan kami semua agar menjadi manusia yang beruntung yaitu tahun 2013 lebih baik dari tahun 2012. Dan maafkan kami karena di penghujung tahun 2013 kami belum bisa memberikan kado yang terbaik untukMu. Kami tidak ingin menjadi orang yang rugi yaitu tahun 2013 sama saja dengan tahun 2012. Dan maafkan kami karena selama ini masih banyak mengeluh, marah, jengkel, penasaran, mengaturMu bahkan memaksaMu hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup kami, sehingga kami krang mengucapkan rasa syukur kami terhadapMu. Kami tidak ingin menjadi orang yang celaka, yaitu tahun 2013 lebih buruk dari tahun 2012. Dan kami semakin lama semakin takut karena dengan bertambahnya usia kami, berarti umur kami makin pendek, kematian semakin mendekat, liang lahat semakin dekat, sementara bekal untuk persiapan semua itu masih kosong. Oleh karena itu bimbing kami, tuntun kami, beri kami petunjuk agar kami selalu berada pada jalanMu jalang yang berada dalam naungan ridoMu.

Sabtu, 21 Desember 2013

BUDI BAKTI SANG IBU PERTIWI



IBU  IBU  IBU  OH  IBU

Kita semua pastinya punya ibu kandung. Sekarang negri Indonesia itu ibunya siapa ? Apakah Ibu Negara atau Istri Presiden ?  Bukan, ibu dari negeri Indonesia ini adalah Ibu Pertiwi.

Dan di hari Ibu ini Ibu Pertiwi telah membaktikan dirinya sesuai dengan yang diamanatkan Allah kepadanya, yaitu layanilah anak penduduk negeri ini sesuai dengan kemampuan yang aku berikan kepadamu, Wahai Ibu Pertiwi.

Sang Ibu Pertiwi telah memberikan segalanya baik yang ada di mjuka bumi maupun yang ada di dalam bumi demi anak penduduk negeri ini. Dan kita sebagai anak penduduk negeri ini apa yang telah kita perbuat buat negeri ini. Negeri kita itu surganya dunia. Menanam sesuatu hanya asal nanam langsung jadi. Kekayaan alamnya sungguh luar biasa, baik yang ada di daratan maupun yang ada di lautan .Untuk siapakah semua itu dia berikan, Tidak lain adalah untuk anak penduduk negeri ini.
Akan tetapi tidak semua anak penduduk negeri ini baik, tapi tidak kurang juga adanya anak penduduk negeri ini yang merusak Ibu Pertiwi. Mereka mengeruk kekayaan yang dikandung oleh Ibu Pertiwi, yang hasilnya sebagai besar adalah untuk kepentingan pribadi ataupun golongannya sendiri. Dan Sungguh luar biasa pengorbanan Sang Ibu Pertiwi. Dia biarkan saja apa yang dilakukan anak penduduk negeri yang berbuat zalim kepadanya. Karena memang tugas yang diberikan Allah adalah melayani anak penduduk negeri ini, memberikan apa yang Ibu Pertiwi punya demi kebutuhan anak penduduk negeri ini.

Namun satu hal karena Ibu Pertiwi juga salah satu makhluk Tuhan Yang Maha Esa Penguasa seluruh alam semesta. Apapun yang diambil dari Sang Ibu Pertiwi kelak akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah, seteguk air yang diminum, sesuap nasi yang dimakan, seiris buah yang dinikmati, semuanya akan ditanyakan, sungguh tidak ada yang terlewatkan sedikitpun.


Coba kita renungkan apa saja yang telah kita berikan, yang telah kita darma baktikan yang telah kita perjuangkan demi Sang Ibu Pertiwi ini yang sudah memberikan segalanya kepada kita semua atas seizing Allah , dari 22 Desember 2012 sampai dengan 22 Desember 2013.

Rabu, 18 Desember 2013

BAGAIMANAKAH MENDAPATKAN RAHMAT ALLAH ?



JALAN MENUJU RAHMAT ALLAH


Allah swt berfirman di dalam QS Al Baqarah 2 : 218 yang artinya, " Hanya orang-orang yang beriman, yang berjihad di jalan Allah saja yang mengharapkan rahmat Allah "

Allah swt berfirman di dalam QS Al Anfal 8 : 72 yang artinya, " Orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah; yang memberi tempat tinggal dan menolong muhajirin, satu sama lain saling melindungi. Bagi yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak perlu dilindungi sampai mereka berhijrah. Andaikata mereka minta tolong dalam urusan agama maka wajib menolongnya, kecuali bagi yang sudah ada ikatan janji ".


Allah swt berfirman di dalam QS At Taubah 9 : 20 yang artinya, " Orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya, maka derajatnya lebih tinggi di sisi Allah. Dan mereka itulah yang memperoleh kemenangan "


Melalui ketiga ayat di atas Allah memberitahukan kepada kita semua bahwa kita akan mendapatkan kemenangan yang agung yaitu akan mendapatkan rahmat-Nya dan  derajatnya akan di angkat tinggi di sisi Allah apabila kita mau melaksanakan apa yang Dia minta yaitu :


1. kita mau beriman dan bertakwa kepada Allah dan Rasul-Nya ;

2. kita mau berjihad di jalan-Nya baik dengan harta atau kalau terpaksa nyawa sekalipun ;
3. kita mau menolong orang-orang yang berjuang di jalan Allah ;
4. kita mau melkindungi terhadap sesama muslim ;
5. kita mau memberikan saling tolong - menolong terhadap urusan agama 

Selasa, 17 Desember 2013

BERHATI - HATILAH DENGAN SUMPAH



Allah swt berfirman di dalam QS Al Baqarah 2 : 225 yang artinya, " Allah tidak menghukum kamu karena ucapan sumpah yang tidak disengaja, akan tetapi Allah akan menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu "

Allah swt berfirman di dalam QS Al Maidah 5 : 89 yaitu, " Allah akan menghukum kamu karena sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat ( denda pelanggaran sumpah ) ialah memberi makan 10 orang miskin yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barangsiapa yang tidak mampu melakukannya, maka kafaratnya berpuasa tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpah mu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. ".

Melalui kedua ayat ini Allah memberitahukan dan sekaligus mengancam kepada kita semua apabila kita telah bersumpah,dengan mengatas namakan Allah, kemudian melanggarnya. Maka bagi siapapun yang telah melanggar sumpahnya sendiri dengan mengatas namakan Allah, harus didenda atau harus menebus ucapannya itu dengan memberi makan 10 orang miskin dengan makanan yang biasa diberikan kepada keluarga kita. Apabila tidak mampu melakukan itu, maka bisa dengan berpuasa selama tiga hari berturut-turut. Kalau puasa masih tidak mampu,maka bisa dengan membebaskan atau memerdekakan seorang hamba sahaya .

Allah tidak melihat apa yang kamu ucapkan, akan tetapi melihat apa yang kamu niatkan. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam hal berkata, jangan sampai hanya karena ingin meyakinkan seseorang lalu bersumpah dengan mengatas namakan Allah, padahal di dalam hatinya tidak sesuai dengan apa yang diucapkannya.



Minggu, 15 Desember 2013

KEMENANGAN YANG AGUNG


KEMENANGAN  YANG  AGUNG
Apakah kemenangan yang agung itu ? Kemenangan yang agung itu adalah suatu hadiah dari Allah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Kemenangan ini akan didapatkan oleh siapapun setelah mereka lulus ujian yang diberikan Allah, setelah dicoba oleh Allah. Ujian dari Allah itu bisa dengan berbagai macam kenikmatan, sedangkan cobaan dari Allah berupa kesengsaraan, penderitaan kemelaratan dll.

Barangsiapa yang telah diuji oleh Allah dengan berbagai macam kenikmatan, apakah itu berupa harta benda, apakah berupa  ilmu, apakah berupa jabatan, dan dianggap memenuhi persyaratan maksudnya Allah meridoi dengan apa yang telah diperbuatnya, maka kemenangan yang agung akan diperolehnya.
Dan barang siapa yang telah diuji Allah dengan berbagai macam kesengsaraan, kemelaratan, penderitaan, musibah, penyakit dll di dalam kehidupan, dan menurut Allah sudah layak untuk menerimanya, maka kemenangan yang agung akan didapatkan.
Kemenangan yang agung ini sungguh sangat mudah diucapkan dan kami yakin semua orang ingin mendapatkannya, ingin meraihnya, ingin menggapainya dan Allah sudah menjelaskannya di dalam Al Qur’an melalui beberapa firman-Nya, sanggupkah kita melaksanakan persyaratan yang diajukan oleh Allah. Allah berikan  dan jelaskan  kepada semua hamba-Nya termasuk kita, Dia tidak memandang bentuk rupa, dan juga tidak memandang penampilan. Dia tidak memandang tinggi rendahnya ilmu, kaya miskinnya kehidupan seseorang, pejabat tinggi atau rakyat jelata, tidak memandang kyai gedean,almukarom, habib, turunan ataupun hanya manusia biasa. Yang dipandang olehnya adalah hati kita masing-masing. Dan yang tahu semua itu hanyalah Allah semata.

Adapun syarat-syarat untuk mendapatkan kemenangan yang agung dari Allah adalah


  1. Harus mentaati Allah dan Rasul-Nya ( QS An Nisaa ayat 13 )
  2. Mempercayai dan menjalani apa yang telah disampaikan oleh Rasul-Nya apakah itu berupa ayat ayat Allah ( Al Qur’an ) ataupun Hadits Rasulullah. ( QS Al Maidah ayat 19 dan 119 )
  3. Allah akan menepati janjinya apabila kita mau melaksanakan sesuai dengan aturan mainnya. ( QS At Taubah ayat 72 dan 89 )
  4. Apa yang dilakukan oleh kita itu berdasarkan keyakinan terhadap Allah dan Rasul-Nya ( ( QS Yunus ayat  9 )
  5. Yang mau berperang di jalan Allah. Berperang itu bukan berarti harus memanggul senjata saja, bukan harus membawa pedang yang tajam saja. Berperang yang paling utama adalah melawan hawa nafsu sendiri yang datang setiap detik. Berbagai macam pengorbanan yang telah dikeluarkan oleh kita demi berjuang di jalan-Nya berarti kita telah mengadakan jual beli dengan Allah, kita yang menjual dan Allah yang membelinya. Artinya apapun yang dikeluarkan oleh kita digantikan oleh Allah dengan kenikmatan yang sangat luar biasa. Dan semua itu sudah dicantumkan di dalam ke empat Kitab-Nya  ( Zabur, Taurat, Injil dan Al Qur’an ) . Dan Allah tidak pernah ingkar janji. ( QS At Taubah 9 ayat 111 ).
  6. Allah tidak pernah ingkar janji, apa yang telah difirmankan tidak pernah mengubahnya sedikitpun, bauk untuk umat terdahulu, umat masa kini maupun untuk umat masa mendatang. ( QS Yunus ayat 64 ).
  7. Berusaha banyak menanamkan amal soleh, agar oleh Allah dimasukkan ke dalam golongan orang soleh, menjalani agama dengan ikhlas karena Allah semata ( QS Surat 40 ayat 9 )

Sabtu, 07 Desember 2013

APAKAH IBADAH ITU ?

IBADAH MENCAKUP AGAMA SEUTUHNYA

Tugas utama yang dibawa oleh setiap manusia di muka bumi ini tidak lain adalah untuk mengabdi kepada Allah. Dzat yang telah menciptakan kita lalu menyempurnakannya. Mnyempurnakan segala nikmatNya buat kita semua bik lahir maupun batin.

Ibadah adalah satu kata yang meliputi atau mencakup segala perbuatan dan perkataan yang dicintai dan diridoi Allah SWT.  Adapun wujudnya ibadah seperti: shalat, zakat, puasa, haji, berkata jujur, menyampaikan amanah, hormat kepada kedua orangtua, memelihara hubungan silaturahim, menepati janji ,menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, berbuat baik kepada sesama, menyayangi binatang dan alam semesta, berdzikir dsb.

Wujud lain daripada ibadah adalah mencintai Allah dan rasul-Nya, takut kepada Allah, kembali bertaubat kepada-Nya, sabar dan ikhlas menjalankan semua syariat-Nya, mensyukuri segala nikmat-Nya, rido terhadap qodo dan qodar-Nya, mengharap rahmat-Nya, takut akan azab-Nya dll.

Menurut Syech Ibnu Taimiyah pembahasan masalah ibadah itu sangat lebar dan luas, meliputi berbagai macam kewajiban dan sendi-sendi agama yang merupakan syiar seperti shalat, zakat, puasa, haji. Dan kewajiban lain yang sifatnya tathawwu’ seperti dzikir, tilawah, doa, istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir dst.

Ibadah yang mencakup segala aspek kehidupan bermasyarakat yang baik dan memenuhi hak-hak sesama manusia, seperti menghormati kedua orangtua, mempererat hubungan silaturahim, menyantuni anak-anak yatim dan orang miskin, ibnu sabil, lemah lembut dan mengasihi terhadap orang-orang yang lemah dan menyayangi binatang.

Ibadah yang mencakup akhlaq dan segala budi pekerti yang luhur seperti berkata jujur, menyampaikan amanah, berusaha menepati janji, menghormati dan menghargai sesama, saling mengisi, saling mengingatkan, saling membantu, saling menolong , saling melindungi dll.


Jadi segala usaha yang diperintahkan kepada manusia adalah ibadah. Ibadah yang baik dan benar itu selalu diawali dengan niat karena Allah, dan hanya untuk Allah dengan mengikuti petunjuk Rasul-Nya

ADA APAKAH DENGAN PARA KAUM ORIENTALIS ?




ANGGAPAN – ANGGAPAN KAUM ORIENTALIS

Para orientalis ( ahli bahasa ) selalu menentang berbagai macam tuduhan yang sifatnya berlawanan dengan segi-segi atau cabang-cabang pengetahuan tentang Islam. Adapun penyebab dari semua itu bisa salah satu faktor dari dua faktor atau bisa kedua-duanya

Adapun faktor-faktor tersebut adalah :

Pertama : Karena rendahnya pemahaman mereka terhadap agama Islam dan bahasanya, baik bahasa yang digunakan oleh Al Qur’an atau Al Hadits , juga bahasa yang dipergunakan oleh para ulama untuk menerangkan tentang Islam. Karena keasingan dan ketidak mengertian terhadap bahasa tersebut , maka mereka tidak bisa merasakan kelembutan dan kebenaran Al Qur’an dan Al Hadits di dalam menerangkan agama Islm. Akhirnya mereka tidak sanggup untuk mengungkapkan rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya.

 Kedua : Kejahatan atau hinanya niat dan tujuan untuk mencapai cacat atau titik kelemahan agama Islam yang selanjutnya mereka gunakan untuk mencela dan mendukung keyakinannya dalam penyampaian bahwa Al Qur’an itu adalah hasil karangan manusia dan menolak kebenaran kenabian dan kerasulan Muhammad SAW.  Mereka mempelajari Al Qur’an dan kaidah-kaidah agama Islam itu hanya untuk menghancurkan agama Islam, jadi bukan untuk memperdalam keimananya.

Oleh karena itu apa yang disampaikan oleh sebagian kaum orientalis tentang peribadatan kaum muslimin bahwa apa yang telah dilakukan oleh kaum muslimin itu semata-mata didasarkan pada rasa takut dan tunduk, tanpa disertai perasaan cinta kepada Allah SWT.  Dan dinyatakan pula bahwa Allah SWT dalam pandangan orang Islam itu sebagai Tuhan yang kasar dan semena-mena, bukan sebagai Tuhan yang penuh dengan kasih sayang dan rasa cinta.

Mereka ( kaum orientalis ) mengira bahwa orang Islam dalam hubungannya dengan Allah SWT itu tidak mengenal unsur cinta, akan tetapi rasa cintanya itu bisa tersebar setelah adanya ajaran tasawuf yang memasukkan unsur cinta ini dari sumber yang non Islam..

Andaikata mereka ( kaum orientalis ) mau insyaf dan kembali ke jalan yang lurus yaitu ke  jalan yang sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan sunnah Rasul, para sahabat dan orang-rang yang mengikuti jejak langkah mereka, bahkan andaikata mereka mau menguraikan arti ibadah menurut bahasa,  sebagaimana yang telah dilakukan oleh Syech Ibnu Taimyah, pasti mereka ( kaum orientalis ) akan dapat menahan dirinya dari kecerobohan ini. Dan mengetahui bahwa makna ibadah dalam Islam itu mempunyai pengertian “ Sungguh-sungguh patuh dan tunduk kepada Allah SWT dengan dibarengi rasa cinta kepada-Nya secara sungguh-sungguh pula.

Cinta kepada Allah dan rasul-Nya itu adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap manusia, karena sesungguhnya Allah akan melaknat orang-orang yang lebih mencintai dirinya, keluarganya dan harta bendanya.  Sebagaimana Firman Allah SWT di dalam Q.S At Taubah 9 : 24 yaitu :
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ [٩:٢٤]


Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.