Rabu, 26 Maret 2014

DUNIA DAN PUJIAN BISA MENYESATKAN

Nabi saw bersabda, " Meninggalkan keduniaan itu lebih pahit daripada ( pahitnya ) sabar dan lebih berat daripada dipukul dengan pedang di jalan Allah, Tidaklah seseorang meninggalkannya, kecuali Allah memberikan kepadanya seperti apa yang telah Allah berikan kepada orang-orang yang mati syahid.  Meninggalkan kedunian itu ialah mengurangi makan dan rasa dipuji oleh orang lain. Karenanya, barangsiapa yang mencintai kenikmatan surgawi, hndaklah dia meninggalkan dunia dan kenimatannya, serta pujian dari manusia "


Maksud daripada Hadits "Meninggalkan keduniaan itu lebih pahit daripada ( pahitnya ) sabar dan lebih berat daripada dipukul dengan pedang di jalan Allah, Tidaklah seseorang meninggalkannya, kecuali Allah memberikan kepadanya seperti apa yang telah Allah berikan kepada orang-orang yang mati syahid. adalah orang yang mau meninggalkan dunia berarti orang mau meninggalkan senenangan duniawi, karena dia menyadari bahwa semua kesenangan dunia ini adalah kesenangan yang menipu, bagi yang tidak kuat maka dunia ini lebih menjerumuskan kepada neraka. Dan orang yang mau meninggalkan keduniaan sama saja dengan orang yang mengendalikan dunia ( bukan dunia yang mengendalikan orang ) akan diberikan pahala sama dengan orang-orang yang mati syahid.

Lalu, "Meninggalkan kedunian itu ialah mengurangi makan dan rasa dipuji oleh orang lain. Karenanya, barangsiapa yang mencintai kenikmatan surgawi, hndaklah dia meninggalkan dunia dan kenimatannya, serta pujian dari manusia " maksudnya adalah orang yang mengurangi makan itu mengurangi memakan makanan yang berbau syubhat, atau makanan yang di dapat dengan cara tidak halal. Karena dirinya menyadari apabila memakan makanan yang tidak halal berarti sama saja dengan meracuni diri, makanan yang masuk ke perut  itu akan berubah menjadi sel-sel darah dan mengalir ke seluruh tubuh, maka darah di seluruh tubh itu sudah tercemar, teracuni, kotor. Akibat daripada itu akan menimbulkan suatu penyakit. Dan penyakit ini tidak akan bisa sembuh, kalaupun bisa amat sulit. Berobat ke dokter harus dijalani dan dibarengi dengan bertobat kepada Alah. Inipun tidak bisa menjamin, tergantung bagaimana Allah.  Kemudian ida menyadari bahwa saat lahir tidak membawa apa-apa, dan tidak memilki kemampuan apapun. Semua yang ada baik yang ada dalam diri sendiri maupun yang di luar diri adalah titipan Allah. Jadi kalau ada orang lain memuji itu berarti bukan memuji dirinya, akan tetapi memuji Allah. inilah yang dimaksud dengan mengurangi rasa dipuji oleh orang lain.

BAHAR KAMIL BERSYAIR


Bahar Kamil mengungkapkan syairnya buat kita semua yaitu
Wahai orang yang sibuk dengan dunia, sungguh kau telah tertipu oleh banyaknya lamunan ;
Atau kau tak pernah berhenti dalam kelalaian, hingga ajalmu yang ditentukan mendekatimu;
Mati itu datangnya tanpa pemberitahuan, sedangkan kubur itu adalah peti amalan.

Dari syair di atss menggambarkan bahwa manusia yang sudah condong kepada dunia daripada akhirat, berarti telah tertipu. Artinya dirinya akan disibukkan dengan urusan dunianya, larut dengan kesenangannya, tinggi dengan lamunannya, matang dengan hayalannya, teliti dan cermat dalam perhitungannya.

Karena sibuknya terlalu banyak yang diurus, sampai lupa untuk bekal akhiratnya. Gak sadar kematian mendatanginya semakin lama semakin dekat. Semakin panjang usia, semakin pendek umurnya, dan semakin sempit pula ruang gerak untuk beramal.

Kematian itu tidak bisa diundurkan dan tidak bisa diajukan, pas tidak lebih atau kurang. Begitu roh pisah dengan jasad maka sang mayat dimasukkanlah di liang lahat, tempat dimana dia dikuburkan. Kuburan itulah merupakan peti amalan. Apabila di dunia banyak menanamkan kebaikan , maka peti amalan itu akan indah, sebaliknya apabila ketika di dunia banyak ditanamkan keburukan, kejahatan, maka peti amalannya juga amat buruk. Semuanya itu tidak bisa dirobah lagi, terus sampai hari kiamat menuju kampung akhirat.


Selasa, 25 Maret 2014

ADA APAKAH ANTARA NAFSU DAN AKAL ?



Nafsu itu bisa mengakibatkan raja-raja menjadi budak, sedangkan sabar menjadikan seorang budak jadi raja

Pepatah di atas yaitu, " Nafsu itu bisa mengakibatkan raja-raja menjadi budak ". Maksudnya apabila di antara kita memiliki harta berlebih , kemudian dengan harta itu diturutinya apa yang dinginkan, maka dia telah diperbudak oleh nafsu.

Lalu, " sabar menjadikan seorang budak jadi raja " Budak ini hanya sebagai lambang kesengsaraan, penderitaan, kemelaratan. Apabila semua itu disikapi dengan sabar, maka dia akan terangkat derajatnya tinggi-tinggi di sisi Allah, jadi yang dimaksud dengan raja adalah derajat seseorang.

Manusia akan menemukan kebahagiaan apabila akalnya menjadi raja ( penguasa ) dan nafsunya menjadi tawanan ( untuk ditundukkan ). 

Dan Celakalah manusia apabila Nafsunya menjadi raja ( sebagai penguasa di dalam diri ) dan akalnya menjadi tawanan ( menuruti saja apa yang dinginkan nafsu ).

Jadi manusia yang berbahagia itu adalah apabila nasunya dikuasai atau dikendalikan oleh akal dan manusia akan celaka apabila akalnya dikendalikan oleh hawa nafsunya.

Senin, 24 Maret 2014

APAKAH PERBEDAAN ANTARA ARIF DAN ZUHUD ?



Tujuan orang arif adalah memuji Allah, karena yang dicari orang arif adalah ridonya Allah. Sedangkan tujuan orang yang zuhud adalah berdoa, dan pada umumnya berdoa itu untuk diri sendiri.

Dari kalimat di atas yaitu , "  orang arif adalah memuji Allah, karena yang dicari orang arif adalah ridonya Allah " Orang yang senang memuji-muji Ammah dengan cara mensucikan Allah, memujiNya, mantauhidkanNya dan membesarkanNya adalah hanyu untuk mendapatkan ridonya Allah, lain itu tidak ada. Prilaku demikian ini adalh prilaku orang arif.

Lalu, "  tujuan orang yang zuhud adalah berdoa, dan pada umumnya berdoa itu untuk diri sendiri." . Orang yzng zuhud adalah orang yang membenci dunia, lalu mengasingkan diri, mengurangi bergaul dengan sesamanya, termasuk makannyapun amatlah sederhana, padahal dia itu kelebihan harta. Ini salah besar. Seharusnya yang dimaksud dengan zuhud terhadap dunia itu, adalah dia mampu mengendalikan dunia, artinya dengan dunia yang dia miliki itu dijadikan sebagai tambahan lahan amal ibadah. Bukan dunia yang mengendalikannya, sehingga dia menjadi lupa akan akhiratnya.

Kemudian orang zuhud kebanyakan berdoa itu untuk dirinya sendiri, orang lain di nomor duakan, yang sebaiknya orang lin itu lebih diutamakan daripada dirinya sendiri. Contoh Rasulullah saw siang dan malam selalu mendoakan umatnya, bukan mendoakan kepentingan dirinya dan keluarganya, sekali lagi umatnya. Berarti banyak mendoakan orang lain. Andaikan pada hari itu banyak doa yang dikabulkan Allah, maka pahalanya akan datag kepadanya, dan tidak dirugikan sedikitpun.

Semoga kita setelah mengetahui hal ini, bisa berubah sikap ke arah yang lebih baik lagi, tidak seperti yang terdahulu. Karena hidup di dunia ini sungguh amat singkat. Maka kesempatan yang sempit ini mari kita manfaatkan untuk hal hal yang akan membuat kita selamat di dunia dan bahagia di akhirat.

LANGKAH YANG BAIK BERMUNAJAT



Apabila kita ingin segala yang sulit menjadi dimudahkan oleh Allah, segala yang sempit dilapangkan Allah, segala yang jauh didekatkan Allah, maka bettawakallah kepada Allah, bermohonlah hanya kepada Allah, dan berserah dirilah hanya kepada Allah. Jangan kepada siapapun, misalnya kepada pimpinan dimana kita bekerja, kepada majikan dimana kita bekerja, kepada atasan dimana kita bekerja.

Mengapa kita harus berbuat demikian ? Karena hanya Allah lah satu-satunya harapan yang mampu menolong segala kesulitan kita, hanya Allahlah yang bisa membantu memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh kita, hanya Allah lah yang mencukupi segala kebutuhan kita.

Allah tidak akan mengabulkan permohonan siapapun apabila saat bermohon itu bersandarkan pada ilmunya, mengandalkan ilmunya , mengandalkan daya fikir dan akalnya, mengandalkan kemampuan dan kekuatannya semata. Misalnya dengan doanya dibuat-buat supaya bagus, supaya kelihatan indah di mata orang lain, supaya kelihatan dia adalah ahli agama dan sebagainya. Jangan mimpi indah bahwa doanya akan dikabulkan, bahkan Allah membencinya, Allah akan membuang muka kepada orang-orang seperti ini.

Kenapa seperti ini ? Karena orang ini di dalam berdoa telah dicampuri keangkuhan dan penonjolan diri, kebanggan diri, merasa dirinya paling ......... daripada orang -orang di sekitarnya Doanya sama saja bagaikan kuduk merindukan bulan. Kosong melompong , tidak akan manghasilkan apapun, walau hanya sedikit. Disinilah mengapa banyak orang yang berdoa kepada Allah, namun sudah sekian lama kok Allah belum mengabulkan nya.

BERHATI HATILAH DUNIA TEMPAT DIMANA KITA TINGGAL



Hidup di dunia ini penuh fitnah, karena selama anak Adam berada di dalamnya, berarti selama itu pula adanya sifat tamak pada anak Adam. Dan perlu diketahui bahwa tamak ini menjadi pakaian manusia.

Apakah hal ini benar atau salah ? Lihat kejadian di sekitar kita sebagai pembuktian. Maka berhati hatilah  tamak itu akan menumbuhkan fitnah, dan fitnah akan membawa kehancuran.

Allah pun telah berfirman di dalam QS Al Anbiya ayat 35 yang artinya, " Dan Kami menguji kamu dengan keburukkan dan kebaikan sebagai cobaan ( fitnah ), dan kepada Kami niscaya kamu akan dikembalikan "

Oleh karena itu janganlah kita mudah terpengaruh oleh keajaiban dunia yang hiruk pikuk, sehingga jiwa kita tergoda dan keruh, karena memang demikianlah irama hidup dan langgam dunia.

Hidup di dunia ini ibarat panggung sandiwara. Apabila kita hanya memikirkan kehidupan dunia saja karena kita memang berada di dunia, maka yang datangkepada kita adalah jiwa kita akan banyak berkeluh kesah, hati dan fikiran kita menjadi terganggu dan akhirnya menjadi keruh.

Sebaliknya apabila kita jadikan hidup di dunia ini sebagai salah satu bagian perjalanan yang masih jauh ditempuh, pasti kita akan meratapi hidup ini dengan penuh keluhan tanpa ujung.

Untuk mengatasi semua itu makasetiap kita ikhtiar, atau berusaha kembalikanlah segala sesuatunya kepada Allah. Hilangkan rasa keluh kesah, tak perlu hati jadi keruh, karena segala sesuatunya telah diatur oleh Allah, Dan Allah Maha Tahu, sehingga Dia menempatkan kita di bagian atau proporsinya masing masing.

Yang perlu dipahami oleh kita semua adalah Allah menjadikan dunia tempat dimana kita tinggal itu, dengan memberikan ujian dan cobaan kepada kita semua adalah untuk menguji keimanan hambaNya. Dia tidak akan membiarkan hambaNya jatuh kepada perbuatan yang kotor dan menyengsarakan, asalkan sang hamba selama itu masih tetap berada dalam hukum-hukum Allah.

Minggu, 23 Maret 2014

APAKAH YANG MEMBUAT MENANGIS DAN GEMBIRA DI SISI ALLAH ?



Sebagian ulama zuhud berkata, " Barangsiapa merasa senang berbuat dosa, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan menangis. Dan barangsiapa merasa menangis karena taat kepada Allah, maka sesungguhnya Allah akan memasukkannya ke dalam surga dalam keadaan gembira "

Penjelesan kalimat kalimat di atas adalah "  Barangsiapa merasa senang berbuat dosa, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan menangis " . Orang -orang seperti ini biasanya selalu banyak membikin kerusakan, kekacauan, kejahatan di muka bumi. Berbuat zalim terhadap sesama, mereka rela dan merasa senang tertawa di atas penderitaan orang lain. Mereka tidak mau peduli akibat perbuatan yang telah dilakukannya itu memakan korban orang lain, membuat sengsara, atau menderita orang lain. Yang penting tujuan pribadinya atau kelompok golongannya berhasil. Karena itu Allah membalas perbuatannya itu dengan cara dibalik, di dunia mereka tertawa, namun ketika di akhirat dibuat oleh Allah menangis selama lamanya.

Lalu , " barangsiapa merasa menangis karena taat kepada Allah, maka sesungguhnya Allah akan memasukkannya ke dalam surga dalam keadaan gembira " . Orang orang seperti ini biasanya keadaan kehidupannya sangat sederhana, namun tidak pernah meminta kepada siapapun, cukup hanya kepada Allah. Mereka punya harga diri, tidak mau mengemis kepada siapapun, karena takut perbuatannya itu akan membuat Allah murka dan melaknatnya. Mereka benar benar mentaati segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Dan apa yang dilakukannya itu semuanya hanya untuk Allah dan karena Allah. Masalah rezeki diserahkannya kepada Allah , bagaimana mengaturnya, sedikit diterima dan disyukurinya dibarengi dengan sabar, dan di saat dikasih berlebih pun tidak gugup , tetap berlaku sederhana . Hidupnya tidak boros namun juga tidak kikir. Kepada orang-orang seperti ini Allah akan membalasnya di akhirat dengan memberikan tempat yang menuh dengan berbagai macam kenikmatan, sehingga mereka menjadi gembira karenanya.